Home SMA Pekanbaru As-Shofa

Honda DBL Riau Series 2015

"Letakkan Nama As-Shofa di Hall of Fame itu!"Kapten Tim SMAFA Bermain di Bangku Penonton

Honda DBL Riau Series 2015 telah tiba di partai final. Dengan finalis SMAN 1 PKU melawan SMA Islam As-Shofa (SMAFA). Ada yang berbeda jika melihat ke kursi pemain SMAFA karena pemainnya hanya berjumlah 11 orang. Salah satu pemainnya tidak dapat bermain karena cidera.

"Letakkan nama As-Shofa di Hall Fame itu ". Itulah harapan dari Wendi Yunadil Abrar, Kapten TimĀ  SMA Islam As-Shofa yang sejak awal hanya dapat bermain di kursi penonton. Niat bulat untuk berkompetisi di DBL tahun ini sirna sudah karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bermain. Sebagai kapten, ia mengingatkan tim untuk terus berlatih mempersiapkan diri menghadapi DBL, memberikan motivasi dan semangat. Walaupun pada akhirnya ia tidak bisa ikut turun ke lapangan.

"Beberapa bulan yang lalu, dalam kejuaraan Popda, aku mengalami cidera lutut ketika di lapangan bertubrukan dengan pemain Dumai. Setelah diperiksa dokter hasilnya lutut sebelah kiri retak dan robek," cerita Wendi saat ditanya perihal tidak turunnya dia dalam event DBL ini.

"Setelah terapi terus sekitar 2 bulan, aku merasa kuat mengikuti event di Jakarta. Dengan penuh keyakinan aku turun di kuarter pertama, setelah main satu menitan, aku jatuh lagi. Pulang ke Pekanbaru di-MRI di salah satu rumah sakit, hasilnya ligamen aku putus dan meniscus robek," tambahnya. Mimik wajahnya mulai berubah.

Adinda Aurelia, Juara 2 Writing Competition Back to School 2015, EF Pekanbaru.
Haniva Haniva Sekar Deanty juara I lomba science fiction kategori umun, UNAND PHYSICS FESTIFAL 2015 di UNAND Padang.
posete din piele
JSN Epic template designed by JoomlaShine.com